Jumat, 10 Juli 2015

Teknik Membaca Cepat

Buku adalah jendela dunia. Biar udah dianggap kuno dan gak modern lagi, buku selalu punya tempat tersendiri di hati. Kenapa nggak? Membaca di buku itu udah paling nyaman. Mata gak akan perih seperti waktu membaca di tab, iPad, atau Kindle.  Membaca merupakan aktivitas “wondering in open eyes”. Kalau biasanya kita membayangkan sesuatu dengan mata tertutup, ketika membaca, bayangan yang muncul di kepala kita dibuat ketika mata kita terbuka. Keren, kan?

Sayangnya, minat baca di Indonesia itu kurang. Salah satu penyebabanya adalah adanya paham membaca itu ngabisin waktu. Bisa iya, bisa juga nggak. Membaca memang butuh waktu, tapi dengan keterampilan yang bener, membaca itu jadi menyenangkan dan menjadi mudah juga cepat. Untuk itulah kami mau bagikan ke kalian beberapa teknik yang harus dilakukan dan yang nggak boleh dilakukan untuk bisa membaca cepat.

Scanning
Membaca dengan teknik scanning adalah ketika kita membaca bacaan dengan cara loncat-loncat. Yang loncat itu bacaannya dari baris yang satu ke yang lain, bukan orangnya, inget ya. Jadi kita gak baca seluruh teks yang tertulis di buku atau bacaan itu. Kita cuma mengumpulkan beberapa kalimat di dalam bacaan itu, lalu menyimpulkan sendiri dengan menggabung-gabungkan kalimat yang kita abaca tersebut. Kita butuh imajinasi sendiri buat menggabungkan kalimat yang satu dengan yang lainnya.

Skimming
Teknik membaca skimming adalah teknik membaca sekilas untuk menentukan gambaran umum buku yang kita baca. Di teknik ini, semua kata kita baca tapi cuma sekilas. Cara bacanya adalah cuma dengan menggerakkan bola mata dari awal kalimat ke akhir sambil merekam ini kalimat di kepala kita. Begitu seterusnya sampai kita tahu informasi apa yang sebenernya ingin disampaikan si bacaan ke kita.

Teknik skimming juga sering diterapkan oleh kita tanpa sadar waktu kita mencari nomor telepon di buku telepon atau mencari kata di dalam kamus.

Jangan Mengucapkan Yang Kita Baca
Ini sering jadi masalah yang kita hadapi waktu membaca. Mulut selalu pengin ikut campur dalam urusan membaca. Sebenarnya yang kita butuhkan dalam membaca itu adalah mata, kepala, dan pastinya buku bacaan. Jangan libatkan mulut. Mulut yang ikut mengucapkan apa yang kita baca adalah halangan nomor satu dan bertentangan dengan teknik membaca cepat. Jadi, yang bacanya masih diucap, kalian harus belajar buat menahan diri membaca dengan nggak mengucapkannya. Kalu susah, dimulai dengan membacanya di dalam hati.

Jangan Membaca Kata Demi Kata
Jangan membaca kata demi kata. Kenapa? Karena lamaaaaaa. Coba bayangkan buku yang tebal dan tulisannya kecil kalau kita baca kata demi katanya, akan menghabiskan waktu berapa lama? Kembalilah ke teknik scanning dan skimming, maka kamu nggak akan tersesat.

Hindari Regresi
Regresi adalah ketika kita membaca kembali bagian yang sudah kita baca sebelumnya. Iya, kita belum bisa move on dari bagian sebelumnya. Ini adalah hal yang harus dihindari juga. Masalahnya, waktu kita balik lagi ke bagian yang sudah kita baca, nanti kita bisa lupa sudah sampe mana kita membaca. Kalau udah lupa, kan bawaannya pasti kesel. Bisa-bisa membacanya berhenti karena bukunya keburu dibanting.

Sebenarnya ada satu teknik paling jitu supaya bisa membaca cepat. Ini adalah teknik rahasia saya. Kamu cuma butuh teman yang selera bacaannya mirip dengan kamu. Misalnya suka baca novel, dekatilah teman kamu yang maniak baca novel. Lalu tanya ke dia satu judul novel. Kalau dia pernah baca bukunya, minta dia untuk menceritakan ceritanya. Nah, dengan demikian, kita bisa tahu inti dari ceritanya tanpa perlu membaca.


0 komentar:

Poskan Komentar