Kamis, 04 Juni 2015

Tugas Jurnal Softskill Intellectual Capital (2)

Nama              : Danang Prawibowo
NPM               : 21211707
Kelas               : 4EB08

PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN FARMASI DI BEI
SHEARLY PUTRI WIJAYA
she_snowdrop@yahoo.co.id

ABSTRACT
Intellectual capital is the knowledge that can assist companies in creating a product that attracted the attention of consumers. The existence of intellectual capital, companies can maximize existing resources to create innovative products. Therefore, this study aims to examine the effect of intellectual capital on the profitability of the pharmaceutical company listed on the Indonesia Stock Exchange 2006-2010 period.Quantitative research design is a hypothesis. Research variables used are intellectual capital (VAIC) and profitability, including return on asset (ROA), return on equity (ROE) and earnings per share (EPS). Companies studied were pharmaceutical company listed on the Indonesia Stock Exchange study period from 2006-2010. Type of data used is quantitative data obtained from the IDX website and ICMD. Data analysis techniques using simple linear regression.The result showed that the positive effect on intellectual capital return on asset (ROA), return on equity (ROE) and earnings per share (EPS). This is because the company utilize and manage the intellectual capital owned by the well and the maximum, so it can provide added value to earnings per share.
Keywords: Intellectual Capital, Retun On Asset, Return On Equity, Earnings Per Share

PENDAHULUAN
Perkembangan dalam bidang ekonomi membawa perubahan terhadap pengelolaan suatu bisnis dan penentuan strategi bersaing. Para pelaku bisnis mulai menyadari bahwa kemampuan bersaing tidak hanya terletak pada kepemilikan aset berwujud, tetapi pada inovasi, sistem informasi, pengelolaan organisasi dan sumber daya manusia yang dimilikinya. Oleh karena itu, organisasi bisnis semakin menitikberatkan akan pentingnya knowledge asset (aset pengetahuan). Pendekatan yang digunakan dalam peniliaian dan pengukuran knowledge aset adalah Intellectual Capital (IC) yang telah menjadi fokus perhatian dalam berbagai bidang, baik manajemen, teknologi informasi, sosiologi maupun akuntansi (Petty dan Guthrie, 2000; dalam Ulum, 2007). IC adalah sumber daya perusahaan yang memegang peranan penting. Perusahaan perlu mengembangkan strategi untuk dapat bersaing di pasaran. Pada prinsipnya, sustainable dan kapabilitas suatu perusahaan didasarkan pada IC, sehingga seluruh sumber daya yang dimiliki dapat menciptakan nilai tambah (value added). Intellectual capital merupakan sebuah pengetahuan yang dapat membantu perusahaan dalam menciptakan suatu produk yang menarik perhatian konsumen. Dengan adanya intellectual capital, perusahaan dapat memaksimalkan sumber daya yang ada untuk membuat produk yang inovatif dan atau juga dapat meminimalkan biaya. Tujuan utama perusahaan adalah laba maka digunakan profitabilitas sebagai alat ukur dalam menentukan tingkat keberhasilan perusahaan untuk mencapai tujuannya.
Dalam kondisi perekonomian global ditandai dengan implementasi teknologi, perusahaan dihadapkan pada tantangan perubahan teknologi dan peningkatan lingkungan bisnis global. Untuk beradaptasi dalam perubahan lingkungan, perlu sumber daya manusia yang kompeten, yaitu berbasis pengetahuan yang menguasai lebih dari keterampilan. Dalam kondisi ini perlu pengelolaan aset intelektual untuk dapat meningkatkan daya saing perusahaan. Maka berdasarkan uraian sebelumnya, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian untuk menguji pengaruh intellectual capital terhadap profitabilitas pada perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2006-2010. Objek penelitian ini adalah perusahaan farmasi yang memerlukan intellectual capital untuk menciptakan produk yang inovatif. Perusahaan farmasi merupakan perusahaan yang memproduksi obat sangat diperlukan untuk penyembuhan suatu penyakit. Karena harus memenuhi kebutuhan pasien, perusahaan farmasi membutuhkan intellectual capital agar dapat memaksimalkan sumber daya yang ada untuk menyeimbangkan antara produk yang dihasilkan dengan permintaan, sehingga perusahaan dapat bersaing dengan perusahaan lain.
Berdasarkan latar belakang masalah, maka rumusan masalah dalam penelitian adalah: ”Apakah intellectual capital berpengaruh terhadap profitabilitas pada perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2006-2010?”. Tujuan dari penelitian adalah untuk menguji pengaruh intellectual capital terhadap profitabilitas pada perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2006-2010.

TINJAUAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS

Intellectual Capital
Intellectual capital didefinisikan sebagai jumlah dari apa yang dihasilkan oleh tiga elemen utama organisasi (human capital, structural capital, customer capital) yang berkaitan dengan pengetahuan dan teknologi yang dapat memberikan nilai lebih bagi perusahaan berupa keunggulan bersaing oerganisasi (Sawarjuwono dan Kadir, 2003). Ulum (2007) menyatakan bahwa Human capital (HC) merupakan kombinasi dari genetic inheritance, education, experience dan attitude tentang kehidupan dan bisnis, direpresentasikan oleh karyawannya. Stuctural Capital (SC) meliputi nonhuman storehouses of knowledge dalam organisasi, termasuk database, organizational charts, process manuals, strategies, routines dan segala hal yang membuat nilai perusahaan lebih besar daripada nilai materialnya. Customer capital merupakan pengetahuan yang melekat dalam marketing channels dan customer relationship dimana suatu organisasi mengembangkannya melalui jalan bisnis.
Pengukuran intellectual capital menurut Pulic (1998) dalam Pardede (2010) pengukuran secara tidak langsung terhadap IC untuk menilai efisiensi dari nilai tambah sebagai hasil dari kemampuan intelektual perusahaan (Value Added Intellectual Coefficient-VAIC). Menggunakan VAIC dikarenakan untuk menyajikan informasi tentang value creation efficiency dari aset berwujud (tangible asset) dan aset tidak berwujud (intangible asset) yang dimiliki perusahaan. Model ini dimulai dengan kemampuan perusahaan untuk menciptakan value added (VA). VA dihitung dari selisih output dan input. VAIC merupakan penjumlahan nilai tambah dari capital employed efficiency (CEE), human capital efficiency (HCE), dan structural efficiency (SCE).

Kinerja Keuangan
Kinerja keuangan adalah penentuan ukuran-ukuran tertentu yang dapat mengukur keberhasilan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba. Pengukuran kinerja keuangan dapat dipengaruhi dengan kemampuan perusahaan dalam melakukan penjualan. Perusahaan dapat meningkatkan penjualan dan laba dengan menciptakan komunikasi yang interaktif dan meyakinkan konsumen. Keberhasilan pencapaian tujuan perusahaan, dapat diukur dengan menggunakan rasio profitabilitas. Rasio profitabilitas adalah rasio yang mengukur bagaimana tingkat pengembalian perusahaan dibandingkan dengan penjualannya, investasi aset, dan ekuitasnya. Terdapat 5 pengukuran rasio profitabilitas yaitu: gross profit margin (GPM) mengukur berapa banyak laba yang tersisa dari setiap rupiah penjualan setelah dikurangi dengan harga pokok barang dijual, net profit margin (NPM) mengukur laba bersih dari setiap rupiah penjualan setelah dikurangi harga pokok dan seluruh beban termasuk bunga dan pajak, Earnings per Share (EPS) jumlah laba pada suatu periode yang tersedia untuk setiap saham biasa yang beredar selama periode pelaporan, Return on Asset (ROA) mengukur tingkat pengembalian total aset, Return on Equity (ROE) mengukur tingkat pengembalian total ekuitas.
Pengukuran profitabilitas pada penelitian ini adalah ROA untuk mengetahui dampak intellectual capital terhadap penggunaan aset, ROE karena ekuitas merupakan salah satu modal yang dipakai perusahaan untuk mendapatkan aset perusahaan, sehingga apakah perusahaan dapat meningkatkan pengembalian pada investor (Putranto, 2011), sedangkan EPS karena investor ingin melihat apakah dengan penanaman modal berupa intellectual capital dapat memberikan hasil yang baik (Wijoyo, 2010). NPM dan GPM tidak digunakan dalam penelian ini, melainkan ke tingkat pengembalian (return).

Pengembangan Hipotesis
Intellectual capital adalah sebuah sumber daya dalam perusahaan yang berupa pengetahuan, pengalaman, dan semua informasi yang berada dalam perusahaan, dan apabila ditelusuri dan dikembangkan, maka dapat membantu perusahaan dalam mencapai tujuannya. Intellectual capital terbagi menjadi tiga bagian yaitu human capital, structural capital, dan customer capital, di mana HC dan SC merupakan bagian IC yang mengarah pada internal perusahaan, sedangkan CC merupakan bagian IC yang mengarah pada eksternal perusahaan. Intellectual capital merupakan sebuah pengetahuan yang dapat membantu perusahaan dalam menciptakan suatu produk inovatif. Dengan produk inovatif perusahaan dapat meningkatkan penjualannya, sehingga peningkatan penjualan berdampak pada peningkatan laba yang dihasilkan oleh perusahaan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa IC memiliki pengaruh terhadap kinerja keuangan (Ulum, 2007), karena laba yang menjadi tujuan utama perusahaan, maka digunakan profitabilitas sebagai alat ukur dalam menentukan tingkat keberhasilan perusahaan untuk mencapai tujuannya. Dari penjelasan tersebut dapat dibuat hipotesis sebagai berikut:
H1 : Intellectual capital berpengaruh positif terhadap profitabilitas
H1 dapat diuraikan sebagai berikut:
H1a : Intellectual capital berpengaruh positif terhadap ROA
H1b : Intellectual capital berpengaruh positif terhadap ROE
H1c : Intellectual capital berpengaruh positif terhadap EPS

Model Analisis

METODE PENELITIAN
Desain Penelitian
Desain penelitian adalah kuantitatif dengan hipotesis yang bertujuan untuk menguji pengaruh intellectual capital terhadap profitabilitas pada perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2006-2010.

Identifikasi, Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel
Penelitian ini menggunakan dua variabel, antara lain:
  1. Variabel independen yaitu intellectual capital (IC).
  2. Variabel dependen yaitu profitabilitas, yang meliputi:

  • Return on Assets (ROA)
  • Return on Equity (ROE)
  • Earning per Share (EPS)

Definisi operasional dari variabel yang digunakan beserta pengukurannya adalah sebagai berikut:

  1. Intellectual capital (IC) adalah jumlah dari apa yang dihasilkan oleh tiga elemen utama organisasi (human capital,structural capital, customer capital) yang berkaitan dengan pe ngetahuan dan teknologi yang dapat memberikan nilai lebih bagi perusahaan berupa keunggulan bersaing organisasi. Pengukuran IC menggunakan proksi Value Added Intellectual Coefficient (VAIC) sebagai metode pengukuran intellectual capital (Ulum, 2007). VAIC dapat dihitung sebagai berikut: VAIC = CEE + HCE + SCE Dalam menghitung CEE, HCE, dan SCE, langkah pertama yang dilakukan adalah menghitung nilai value added (VA). Perhitungan VA dapat dihitung sebagai berikut: VA= OUT - IN.
  2. Profitabilitas adalah rasio yang mengukur bagaimana tingkat pengembalian perusahaan dibandingkan dengan penjualannya, investasi aset, dan ekuitasnya (Gitman, 2009:65-69). Proksi profitabilitas ada 3 yaitu:

  • Return on Asset (ROA) adalah rasio untuk mengukur tingkat pengembalian total aset
  • Return on Equity (ROE) adalah rasio untuk mengukur tingkat pengembalian ekuitas perusahaan.
  • Earning per share (EPS) adalah jumlah laba pada suatu periode yang tersedia untuk setiap saham biasa yang beredar selama periode pelaporan.

Jenis dan Sumber Data
Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif berupa neraca per 31 Desember 2006-2010, laporan laba rugi dan laporan arus kas untuk tahun yang terakhir 31 Desember 2006-2010. Data penelitian berupa data panel. Data tersebut diperoleh dari website BEI (www.idx.co.id) dan Indonesian Capital Market Directory (ICMD) berupa data sekunder.

Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi atas laporan keuangan perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2006-2010.

Populasi, Sampel, dan Teknik Pengambilan Sampel
Populasi penelitian adalah perusahaan farmasi yang terdaftar di BEI sebanyak 9 perusahaan. Teknik pengambilan sampel ditentukan dengan metode purposive sampling, yaitu berdasarkan kriteria perusahaan asuransi yang terdaftar secara berturut-turut di BEI tahun 2006-2010 dan diperoleh sampel 9 perusahaan farmasi yang menjadi sampel dalam penelitian ini dan selama lima tahun perusahaan tersebut terdaftar di BEI.

Teknik Analisis Data
Teknik analisis data dalam penelitian meliputi beberapa tahapan, antara lain:
1.      Menentukan model regresi linier sederhana untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap profitabilitas perusahaan, sebagai berikut:
ROA = a + b.IC + e
ROE = a + b.IC + e
EPS = a + b.IC + e
Keterangan:
IC = Intellectual capital
ROA = Return on asset
ROE = Return on equity
EPS = Earning per share
a = konstanta
e = error term
b = koefisien regresi
2.      Pengujian asumsi klasik
Pada model regresi linier sederhana terdapat 3 asumsi klasik regresi yang harus dipenuhi, yaitu: uji normalitas, uji autokorelasi, dan uji heterokedastisitas. Uji dimaksudkan agar persamaan model regresi yang dihasilkan tidak bias dan mempunyai sifat BLUE (Best Linear Unbias Estimator). Tahapan pengujian asumsi klasik regresi adalah sebagai berikut (Ghozali, 2007:91-110).
a.       Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk menguji apakah dalam model regresi, data terdistribusikan secara normal atau tidak. Salah satu cara dilakukan uji normalitas adalah dengan Kolmogorov-Smirnov Test. Tingkat kesalahan (α) yang ditetapkan adalah sebesar 0,05 (α = 5%).
b.      Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah terdapat korelasi antara anggota observatif yang disusun menurut urutan waktu. Pendeteksiannya dilakukan dengan uji Durbin Watson (DW) di antara batas atas (du) dan 4-du minimal. Apabila terdapat di daerah itu, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat autokorelasi.
c.       Uji Heterokedastisitas
Uji heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari satu pengamatan ke pengamatan lain. Apabila ketidaksamaan varians dari satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homokedastisitas dan jika berbeda disebut heterokedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homokedastisitas atau tidak terjadi heterokedastisitas. Pendeteksiannya dilakukan dengan melihat grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat yaitu ZPRED dengan residualnya SRESID. Deteksi ada tidaknya heterokedastisitas dapat dilakukan dengan melihat ada atau tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot antara SRESID dan ZPRED. Jika pola menunjukkan titik-titik yang menyebar di atas dan di bawah angka nol pada sumbu Y, maka tidak terjadi heterokedastisitas.

3.      Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan regresi linier sederhana, yaitu uji t atau uji parsial. Uji t bertujuan untuk menguji apakah variabel independen memiliki pengaruh terhadap variabel dependen.

ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Karakteristik Objek Penelitian
Objek penelitian adalah perusahaan farmasi yang terdaftar di BEI pada tahun 2006-2010. Dari kriteria yang ditetapkan diperoleh 9 perusahaan farmasi.

Deskripsi Data
Nilai rata-rata VAIC dari 45 observasi memiliki nilai +5.2518 dengan standar deviasi sebesar 2.49398. Nilai rata-rata VAIC yang positif pada perusahaan farmasi yang dijadikan sampel mengindikasikan bahwa secara umum perusahaan menggunakan aset intellectual capital-nya dengan baik. Nilai VAIC tertinggi sebesar 10.46 terdapat pada PT. Tempo Scan Pasific, Tbk pada tahun 2006, sedangkan nilai VAIC terendah sebesar 1.19 terdapat pada perusahaan PT. Darya-Varia Laboratoria, Tbk pada tahun 2006. Nilai rata-rata ROA dari 45 observasi menunjukkan angka positif, yang mengindikasikan bahwa secara umum perusahaan mampu memnggunakan aset dengan baik untuk menghasilkan labanya. Nilai rata-rata ROA perusahaan farmasi yang dijadikan sampel adalah sebesar 0.1047 dengan nilai standar deviasi sebesar 0.09307. Nilai tertinggi ROA yang diraih perusahaan menunjukkan bahwa perusahaan mampu menggunakan asetnya dengan baik dan efisien untuk semakin meningkatkan labanya. Nilai ROA tertinggi terdapat pada PT. Bristol-Myers Squibb Indonesia pada tahun 2008 sebesar 0.32, sedangkan ROA terendah sebesar 0.01 PT. Indo Farma, Tbk pada tahun 2007, 2008 dan 2009 serta PT. Schering Plough Indonesia, Tbk tahun 2009 dan 2010.
Nilai rata-rata ROE dari 45 observasi menunjukkan angka positif, yang mengindikasikan bahwa secara umum kemampuan perusahaan menghasilkan laba pada nilai buku investasi pemegang saham juga baik. Rata-rata nilai ROE peruahaan farmasi yang dijadikan sampel adalah sebesar 0.1622 dengan nilai standar deviasi 0.17439. Nilai tertinggi ROE terdapat pada PT. Tempo Scan Pasific, Tbk pada tahun 2007 sebesar 1.43, sedangkan nilai terendah ROE terdapat pada PT. Merck, Tbk sebesar 0,01 pada tahun 2009. Nilai rata-rata EPS dari 45 observasi menunjukkan angka positif, yang mengindikasikan bahwa secara umum perusahaan memiliki pengembalian yang baik terhadap investor dengan meningkatnya laba per lembar saham. Nilai rata-rata EPS perusahaan farmasi yang dijadikan sampel adalah sebesar 1.6604 dengan nilai standar deviasi sebesar 1.03105. Nilai EPS tertinggi ini mengindikasikan bahwa perusahaan mampu menggunakan asetnya dengan baik dan efisien untuk semakin meningkatkan labanya. Nilai EPS tertinggi terdapat pada PT. Merck, Tbk pada tahun 2008 sebesar 3.64, sedangkan EPS terendah sebesar 0.00 PT. Indo Farma, Tbk pada tahun 2008 dan 2009.

Uji Asumsi Klasik
1.      Uji normalitas
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui bahwa distribusi penyampaian data yang digunakan telah terdistribusi secara normal. Uji normalitas dilakukan dengan uji One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test. Data dinyatakan berdistribusi normal normal jika signifikansi lebih besar dari 5% atau 0,05 (p>0,05). Nilai Asymp. Sig. (2-tailed) untuk VAIC dan ROA 0,113, VAIC dan ROE 0,66, VAIC dan EPS 0,274.
2.      Uji Autokorelasi
Dari hasil uji DW ROA, ROE dan EPS tidak terjadi autokorelasi disebabkan karena Pendeteksiannya dilakukan dengan uji Durbin Watson (DW) di antara batas atas (du) dan 4-du minimal maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat autokorelasi.
3.      Uji Heteroskedastisitas
Pola menunjukkan titik-titik yang menyebar di atas dan di bawah angka nol pada sumbu Y, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas.

Pengujian Hipotesis

1.      Dari hasil tabel 1 nilai Sig. ROA menunjukkan nilai 0,000 (0,000 < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1a diterima, sehingga dapat diartikan bahwa intellectual capital berpengaruh positif terhadap return on asset.
2.      Hasil dari tabel 1 nilai Sig. ROE menunjukkan nilai 0,001 (0,001 < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1b diterima, sehingga dapat diartikan bahwa intellectual capital berpengaruh positif terhadap retun on equity.
3.      Dari hasil tabel 1 nilai Sig. EPS menunjukkan nilai 0.001 (0.001 < 0.05). Dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1c diterima, sehingga dapat diartikan bahwa intellectual capital berpengaruh positif terhadap earning per share.

Pembahasan
Berdasarkan hasil analisis maka pembahasan pengaruh VAIC terhadap masing-masing variabel sebagai berikut:
1.      Pengaruh VAIC terhadap ROA
VAIC mempunyai pengaruh positif dan signifikan dengan variabel ROA, hal ini tampak dari hasil uji t antara VAIC dengan ROA menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,045. Adanya pengaruh antara IC dan ROA dikarenakan perusahaan lebih memaksimalkan pemanfaatan asetnya untuk mendorong kualitas karyawan yang dimiliki guna meningkatkan laba yang dihasilkan.
2.      Pengaruh antara VAIC dan ROE
VAIC memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap ROE. Hal ini tampak dari hasil uji t dimana signifikansi sebesar 0,001, yang berarti bahwa VAIC berpengaruh terhadap ROE. Berpengaruhnya intellectual capital terhadap ROE dapat disebabkan karena modal yang diperoleh oleh investor lebih banyak digunakan untuk mendanai kegiatan operasional perusahaan.
3.      Pengaruh antara VAIC dan EPS
VAIC berpengaruh terhadap EPS, hal ini diketahui dari hasil uji t yang memiliki nilai signifikansi sebesar 0.001. EPS diperoleh dari perbandingan antara laba bersih dikurangi dengan dividen saham preferen dan rata-rata tertimbang lembar saham biasa yang beredar. Menurut Rachmawati dan Susilowati (2006) dalam Wijoyo (2010) perusahaan di Indonesia merupakan tangible intensive, sehingga modal dari saham tidak digunakan untuk intellectual capital yang lebih mengarah pada inovasi.
4.      Pengaruh antara VAIC terhadap profitabilitas
VAIC berpengaruh pada profitabilitas, hal ini diketahui dari hasil uji t untuk ROA, ROE, dan EPS yang memiliki nilai signifikansi kurang dari 0,05. Sehingga konsisten dengan penelitian yang dilakukan Putranto (2011) dan berlawan dengan penelitian yang dilakukan Wijoyo (2010). Jadi semakin tinggi intellectual capital dalam suatu perusahaan, maka perusahaan akan semakin terbantu untuk mencapai profitabilitas yang tinggi.

SIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa intellectual capital berpengaruh positif terhadap Retun on Asset, Hal ini disebabkan karena perusahaan lebih memaksimalkan pemanfaatan asetnya untuk mendorong kualitas karyawan yang dimiliki guna meningkatkan laba yang dihasilkan. Intellectual capital berpengaruh positif terhadap Return on Equity. Hal ini disebabkan karena pengembalian modal hanya dipengaruhi oleh faktor yang berupa pengetahuan karyawan. Intellectual capital berpengaruh positif terhadap earning per share. Hal ini disebabkan perusahaan mampu memanfaatkan dan mengelola modal intelektual yang dimiliki dengan baik dan secara maksimal, sehingga dapat memberikan nilai tambah terhadap laba per lembar sahamnya.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti tentang pengaruh VAIC terhadap profitabilitas, namun penelitian ini masih memiliki keterbatasan-keterbatasan antara lain:

  1. Jangka waktu penelitian relatif pendek sehingga mungkin konsistensi dari penelitian ini masih perlu diuji lagi.
  2. Objek penelitian adalah perusahaan farmasi yang jumlahnya terlalu sedikit, sehingga hasil kurang maksimal.

Berdasarkan simpulan penelitian, maka saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut:

  1. Bagi peneliti selanjutnya dapat menggunakan ukuran kinerja yang lebih luas seperti rasio likuiditas, solvabilitas, rentabilitas dan rasio lainnya serta menggunakan kelompok jenis industri lainnya.
  2. Bagi investor perlu tetap memperhatikan intellectual capital yang merupakan informasi penting yang berkaitan dengan profitabilitas perusahaan terutama laba perusahaan.

Ucapan Terima Kasih
Ucapan terima kasih ditujukan kepada Lindrawati, SKom, SE, MSi, dan Drs JTh. Budianto T., MM, Ak, ST selaku pembimbing 1 dan 2 dari tugas akhir skripsi ini.

REFERENSI
Bontis, N., 1998, Intellectual Capital: an exploratory study that develops measures and Models, Management Decision 36/2 :63–76, National Center for Management Research and Development, University of Western Ontario, London.
Chen, M.C., Shu-Ju C., dan Yuhchang H., 2005, An empirical investigation of the relationship between intellectual capital and firms’ market value and financial performance, Journal of Intellectual Capital, Vol.6, No.2, Mei: 159-176, Emerald Group Publishing Limited.
Ghozali, I., 2007, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS, Universitas Diponegoro Semarang.
Ongkorahardjo, M.G.P.A., Antonius S., dan Dyna R., 2008, Analisis Pengaruh Human Capital Terhadap Kinerja Perusahaan (Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik di Indonesia), Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol.10, No.1, Mei: 11-21.
Pardede, F., 2010, Relationship Analysis of Financial Performance Intellectual Capital Insurance Company in Indonesia Stock Excghange, Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma Jakarta.
Pulic, A., 1998, Measuring the Performance of Intellectual Potencial in Knowledge Economy, (http//www//SSRNid1553893, diunduh 16 Oktober 2011).
Putranto, S.A., 2011. Pengaruh Intellectual Capital terhadap Profitabilitas pada Perusahaan Jasa Asuransi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2004-2009, Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Bisnis Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.
Sawarjowono, T., dan Agustine P. K., 2003, Intellectual Capital: Perlakuan, Pengukuran dan Pelaporan (Sebuah Library Research), Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol.5, No.1, Mei: 35-57.
Shiu, H.J., 2006, The Application Value Added Intellectual Coefficient in Measure Corporate Performance Evidence from Technological Firm, International Journal of Management, Vol.23, No.2, Juni: 356-361.
Trisna, 2008, Pengaruh Intellectual Capital terhadap Kinerja Perusahaan Farmasi yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta Periode 2003-2006, Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga Surabaya.
Ulum, I., 2007, Pengaruh Intellectual Capital terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Perbankan di Indonesia, Tesis, Pascasarjana Universitas Diponegoro Semarang.
Wangi, A.M.C., 2010, Analisis Manajemen Laba dan Kinerja keuangan peusahaan pengakuisisi Sebelum dan Sesudah Merger dan Akuisisi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2008-2009, Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang.
Wijoyo, H., 2010, Analisis Intellectual Capital terhadap Profitabilitas Perusahaan Food and Beverage yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2005-2009, Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Bisnis Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.
Yusuf, dan Peni S., 2009, Modal Intelektual dan Market Performa Perusahaan-Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia, Proceeding PESAT, Vol.3, No.4, Oktober: 5-15.

0 komentar:

Poskan Komentar